Nadia El Fani | 75 mins | France |2011
Agustus 2010: Tunisia di bawah rezim Ben Ali sedang berada di pertengahan bulan Ramadan. Meskipun dengan beratnya sensor , Nadia El Fani memfilmkan sebuah negara yang tampaknya terbuka untuk prinsip kebebasan nurani dan liberal dalam hubungannya dengan Islam . Tiga bulan kemudian, Revolusi Tunisia pecah, Nadia berada di lapangan merekamnya. Sementara Dunia Arab memasuki era perubahan yang radikal, Tunisia yang memulai angin pemberontakan, sekali lagi menjadi sebuah ” negara laboratorium ” pada pandangannya terhadap agama. Dan bagaimana jika untuk sekali lagi, oleh kehendak rakyat, sebuah negara Muslim memilih sebuah konstitusi sekuler? Kemudian, Tunisia akan benar-benar membuat Revolusi.
August 2010: Tunisia is in the middle of Ramadan under Ben Ali’s regime. Despite the weight of censorship, Nadia El Fani films a country which seems open to the principle of freedom of conscience and liberal in its relationship to Islam…. Three months later, the Tunisian Revolution breaks out, Nadia is out in the field. While the Arab World enters an era of radical change, Tunisia, which initiated the wind of revolt, is once again a “laboratory country” for its lookout on religion. And what ifm for once, by the will of the people, a Muslim country opted a secular constitution? Then, Tunisians would really have made Revolution.
Kamis| 8 Desember 2011 | 20.30 | Ruang Seminar
