Elsa Adelina L | 27’ | Canopy Indonesia | Indonesia
Enam puluh tahun lebih Indonesia merdeka, namun begitu, kemerdekaan bukanlah suatu jaminan atas keadilan dan perkembangan yang mereka dapat dari pemerintah. Terletak di Kabupaten Sintang, Kalimantan Timur, persis di perbatasan negara Indonesia dan Malaysia, terdapat sebuah desa terpencil dengan fasilitas yang minim dan kurang mendapatkan perhatian dari pihak berwenang. Keadaan tersebut membuat desa tersebut selalu berada dalam kondisi ekonomi yang terpuruk sehingga mereka harus selalu menggantungkan kesejahteraan kepada negara Malaysia. Sampai kapankah hal seperti itu akan terus berlangsung? Mampukah mereka bertahan? Disini, di tanah Kalimantan Timur, kata ‘Nasionalisme’ sekali lagi dipertanyakan.
It’s been more than sixty years since Indonesia gain its independence, nevertheless for people in Jasa Village, independence is not a guarantee that equal and development is something that they can get from the government. Situated in Sintang Regency, West Kalimantan, right at the border between Indonesia and Malaysia, the village remote condition with minimum facilities and lack of authoritiea attention, constantly colapse economic condition has made them continue relying on Malaysia for their wellbeing. When will this condition continue to happen? will they ever going to survive? Here, in the Land of West Kalimantan, the word ‘Nationalism’ been asking one more time.