Dongeng Rangkas ( Rangkasbitung ; A Piece of Tale )

Andang Kelana, Badrul Munir, Fuad Fauji, Hafiz, Syaiful Anwar | 75’ | Forum Lenteng |  Indonesia

Film ini berusaha memotret Rangkasbitung dari aktivitas – aktivitas masyarakat yang diwakili oleh dua sosok orang penjual tahu; Kiwong dan Iron. Dua tokoh ini dapat dianalogikan sebagai potret dua pemuda yang hidup paska Reformasi 1998 yang hidup di sebuah kota berjarak 120 km dari ibukota jakarta. kota yang menjadi terkenal oleh buku Multatuli itu, sepertinya begitu lambat tumbuh, diantara hingar bingar pembangunan paska Reformasi. Kiwong dan Iron adalah dua pemuda sederhana yang memilih hidup sebagai pedagang tahu, sementara mimpi-mimpinya tetap dipegang teguh. Kiwong bermimpi menjadi pemuda yang baik, yang menjadikan keluarga hidup lebih baik dari sebelumnya. sedangkan Iron, percaya musik adalah anugerah dari Tuhan, dan ia ingin terus mengembangkan fantasi musiknya di jalur “underground”.

This film tries to capture Rangkasbitung from the angle of its people activities represented by the two tofu sellers, Kiwong and Iron. These two figures can be analogized as the portrait of two youngsters who live after the 1998 Reformation era. They live in a 120-km-away city from the capital city of Jakarta. The town that has been well-known by the Multatuli’s book seems to grow so slow amongst the frantic post Reformation era development. Kiwong and Iron are the modest youngsters who choose to live as tofu sellers, but still hold tight their dreams. Kiwong dreams about becoming good youngster who will make his family’s life better than before. Meanwhile, Iron believes that music is a God’s gift and he would like to continue his fantasy on music in the underground scene.

Rabu | 7 Desember 2011 |19.00 |Societet